Biografi Ustadz Jeffri Al Buchori

“Pada akhirnya… Semua akan menemukan yang namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yang terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd “DIA” pastinya.. Bismi_KA Alloohumma ahya wa amuut.”

Tweet Uje tertanggal 13 Maret 2013 ini pasti akrab di mata kita. Ternyata “kicauan” di dumay itu menjadi sangat bermakna ketika sang pemiliknya benar-benar telah tiada. Siapa sangka, ustadz muda yang dekat dengan berbagai kalangan itu mesti pulang ke Rahmatullaah.

Sebagian besar tahu bahwa beliau merupakan mantan pecandu. Kisah kelamnya terekspos ke mana-mana, semata-mata agar kita mengambil pelajaran berharga darinya. Berikut petikan kisah hidup Ustadz Jeffri Al Buchori (Uje) Alm:

Uje lahir pada 12 April 1973 di Jakarta dengan nama lengkap Jeffri Al Buchori Modal. Ia adalah anak ke-3 dari 5 bersaudara. 3 laki-laki dan si bungsu perempuan. Ayah beliau bernama M. Ismail Modal, berbadan tinggi besar, asal Ambon. Ibunda beliau, Tatu Mulyana, asal Banten. Panggilan ustadz Jeffri pada kedua orang tuanya adalah Apih dan Ummi.

Apih mendidik kelima anaknya dengan keras. Apalagi dalam hal agama. Apih tiap hari membangunkan Uje dan menyuruhnya adzan. Namun kalau tidak begitu, Uje takkan merasakan manfaat seperti sekarang. Sedangkan Ummi adalah ibu yang sabar nan lembut. Apih, selain keras juga objektif. Beliau akan membela keluarganya mati2an bila memang benar. Sebaliknya, takkan segan2 bila memang keluarganya salah.

Tumbuh di lingkungan agamis, membuat beliau suka pelajaran agama. Sewaktu kelas 5 SD ikut kejuaraan MTQ sampai tingkat provinsi. Selain agama, beliau juga suka kesenian. Uje sering tampil di depan orang banyak. Setelah kenaikan kelas 3, Uje melompat ke kelas 5 dan bisa sekelas dengan kakaknya yang kedua.

Berkepribadian Ganda Lulus SD
Apih memasukkan uje dan kakak kedua ke sebuah pesantren modern di Balaraja, Tangerang. Beliau ingin Uje dan kakak mendalami ilmu agama. Sayang, harapan beliau tak menyambut karena kenakalan Uje. Orang bilang, anak tengah biasanya nakal. Benar atau tidak, yang jelas memang berlaku pada Uje.

Di pesantren, Uje sering berulah. Misalnya saat yang lain sholat, diam-diam Uje malah tidur. Atau, Uje sering kabur untuk main dan nonton di bioskop. Hukumannya, kepala Uje sering dibotakki namun tetap tak jera. Tampaknya uje memiliki kepribadian ganda. Satu sisi, uje nakal dan di sisi lain keinginan untuk melantunkan ayat2 Alquran begitu kuat. Tiap ada kegiatan keagamaan, uje sering terlibat. Bersama kedua kakak Uje, mereka membuat drama tanpa naskah berjudul “kembali ke jalan Allah” yang diperlombakan di pesantren. Ternyata menjadi drama terbaik se-pesantren.

Bahkan Uje juga juara lomba adzan, MTQ dan qosidah. Tapi entah kenapa, Uje pun tetap nakal. Tinggal di lingkungan pesantren bukannya mengurangi kenakalan, malah makin menjadi. Puncaknya, Uje bosan sekolah di pesantren. Akhirnya hanya 4 tahun beliau belajar di pesantren. Dua tahun sebelum menamatkan sekolah, Uje keluar. Lalu Apih memasukkan Uje ke MA. Rupanya keluar dari pesantren pun tak lantas membuat Uje lebih baik. Beranjak remaja, Uje justru makin nakal.

Kenal Dunia Malam
Memang ketika ada acara keagamaan, beliau tak mau ketinggalan. Namun tiap ada temannya yang mengajak ke kantin, Uje pun enggan menolak. Bukannya untuk makan, namun mengkonsumsi narkoba! Uje seperti burung yang yang lepas dari sangkar. Terbang tak terkendali dan tanpa arah tujuan. Masa SMA yang sangat suram dan tak pernah lengkap, sebab Uje yang 15 tahun bisa bergaul dengan pemuda 20 tahunan. Termasuk pacaran, dengan yang lebih tua.

Di MA itu hanya bertahan setahun. Pindah lagi ke SMA yang lain, kesehariannya tak jauh beda. Malah makin parah. Dari perkenalan dengan beberapa teman, dia mengenal petualangan baru. Umur 16 tahun mulai kenal dengan dunia malam. Uje masuk sekolah hanya saat ujian. Buat Uje, yang penting lulus. Uje lebih suka mendatangi diskotek untuk menari. Terus-terang diam-diam Uje tertarik pada tarian di diskotek. Bahkan mempelajari gerakan2 orang untuk ng-dance.

Uje jadi seorang penari yang bertualang dari diskotek satu ke diskotek yang lain, tenggelam dalam dunia malam. Saat ada lomba dance, Uje sering ikutan dan memboyong piala sebagai the best dancer. Ia pun berhasil menjadi penari di Dufan pada 1991, meski cuma setahun. Uje juga pernah jadi foto model dan ikut fashion show di diskotek. Kegiatan-kegiatan itu masih positif, meski kadang suka minum. Dengan segala kebengalan beliau, tahun 1990 pun lulus SMA.

Main Sinetron
Uje mengalami masa paling dahsyat setelah tamat SMA. Ceritanya seorang teman penari, memperkenalkan uje pada Aditya Gumai yang saat itu aktif di dunia seni peran. Darinya Uje mengenal dunia acting. Waktu itu mereka masih latihan di Taman Ismail Marzuki. Saat latihannya pindah ke Gedung Pemuda di Senayan, mulailah Uje main sinetron.

Uje memang senang mencuri ilmu, pun ketika beliau memperhatika para pemain yang sedang syuting. Waktu tidur di salah satu kosan teman yang dekat kampus Institut Kesenia Jakarta, Uje sering mencuri ilmu dari mahasiswa. Kalau mereka sedang kuliah atau praktik, Uje sering mengamatinya. Nah ketika para pemain sinetron sedang latihan, Uje kadang menggantikan salah-satunya. Ternyata Uje ditertawakan. Pada dasarnya Uje tidak senang diperlakukan seperti itu, Uje malah terpacu. Ia makin giat berlatih secara otodidak.

Akhirnya saat yang senior pun belum mendapat giliran main, Uje sudah mendapat peran. Aditya mengajak Uje bermain peran pada 1990 dalam sinetron Pendekar Halilintar. Saat itu, sinetron masih dipandnag sebelah mata oleh para bintang film. Dan Apih mati2an menentangku. Rupanya beliau tahu persis seperti apa dunia film. Sebab, dulu juga beliau pernah bermain film action Macan Terbang dan Pukulan Berantai. Dari beliaulah darah seni menurun pada Uje.

Meski demikian, ditentang Apih tak membuat Uje surut. Tak satu pun larangan Apih yang Uje masukkan dalam otak. Konflik pun pecah. Uje tak pernah pulang ke rumah sebagai bentuk perlawanannya. Tidur berpindah-pindah di rumah teman. Rambut dipanjangkan. Uje makin asyik dalam kariernya. Ia pun mendapat peran dalam sinetron drama Sayap Patah yang juga dibintangi Dien Novita, Ratu Triad an alm WD Mochtar. Uje semakin merasa pilihannya tak salah ketika dinobakan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI tahun 1991. Kesombongan Uje semakin menjadi.

Di Ka’bah, Uje meminta ampunan Allah Swt
Tawaran main sinetron makin banyak. Uje juga makin tenggelam dalam dunia kelam. Tak peduli Apih menentang. Namun dibalik ketidaksetujuannnya, sebetulnya orang tua menyimpan rasa bangga. Dan semua itu membuat Uje lupa diri. Ketenaran tak penting, yang penting menikmati hidup. Kalau ke diskotek, Uje tak lupa mengonsumsi narkoba. Bahkan bisa dikatakan tamak. Biasanya Uje meminum 1 pil dulu. Kalau Uje rasa belum “on”, minum 1 lagi. Begitu seterusnya, akhirnya Uje jadi sangat mabuk. Pandangan Uje pun kabur. Melihat arloji di tangan aja, Uje mesti mendekatkannya ke wajah sambil menggoyang-goyangkan kepala dan membelalakkan mata supaya terlihat jelas. Kebandelan terus berlangsung.

Kecanduan Kian Parah
Tahun 1992, Apih meninggal karena sakit. Uje sangat menyesal karena kerap mengabaikan nasehat Apih. Ketika Apih dimakamkan, Uje turun ke liang lahat dan memeluk jasadnya. Uje tak beranjak bahkan pada saat makam akan ditutup. Ia tak mau melepas kepergian Apih saking menyesalnya. Ummi pun mengurus kelima anaknya sendiri.

Namun sayang, penyesalan Uje hilang. Ia kembali pada kenakalannya. Ia makin sombong karena berprestasi dan memiliki uang banyak. Tak ada satupun nasehat yang ia dengar. Kalau ada teman yang menasehati, ia mencibirnya. Baginya nasehat orang tua saja tidak digubris, apalagi orang lain? Uje makin tenggelam dan menjadi pecandu. Waktu itu, Uje berasalan karena masalah rumah. Padahal diri sendirilah alasannya. Jadi tak perlu membawa orang lain atau keadaan. Namun kesadaran seperti itu tak muncul dalam diri Uje.

Dia makin arogan dan jauh dari Tuhan, padahal di sebelah rumah ada mesjid. Ketika orang2 berpuasa atau berlebaran, Uje malah mencari celah untuk bermaksiat. Semua ilmu agama dan kemampuan membaca Alquran seakan hilang. Kecanduan pada narkobapun makin parah dan pernah mengalami over dosis dan hampir mati. Kejahatan demi kejahatan moral pun tetap Uje jalankan.

Nama Dicoret
Suatu hari, Uje merasa menderita karena ketakutan setelah melakukan sebuah perbuatan. Paranoid. Uje akan gampang curiga dan berburuk sangka pada apa dan siapa saja. Kesombongan pada uang dan prestasi lenyap digantikan ketakutan. Yang Uje lakukan tiap hari adalah mengurung diir di kamar dan selalu berpikiran bahwa tiap orang yang datang akan membunuhnya. Uje sibuk mengintip di bawah pintu, siapa tahu ada orang yang hendak membunuhnya. Telinga Uje menjadi sangat sensitive. Uje sering merasa ada orang yang berjalan di atap rumah dan hendak membunuhnya. Uje tersiksa selama berbulan2. Bahkan orang2 telah menganggapnya gila.

Pada saat bersamaan, kecanduan Uje pada narkoba membuatnya masuk dalam daftar hitam dunia sinetron. Namanya dicoret. Tak ada yang memakainya lagi sebagai pemain. Selain itu, cewek2 yang dulu dekat pun menjauh. Waktu itu Uje playboy. Di saat Uje sendiri itulah, Ummi yang sering Uje sakiti tetap menyayangi. Seburuk apapun komentar orang, Ummi akan tetap baik dan sabar. Airmatanya tak pernah kering mendoakan anak2nya, terutama agar Uje berubah menjadi baik. Doa tulus Ummi ini Allah Swt kabulkan. Luar biasa, Allah Swt memberi kesempatan untuk bertobat lewat suau proses yang mencekam.

Diajak Ummi umrah
Uje merasa sangat takut ketika suatu hari bermimpi melihat jasadnya sendiri dibungkus kain kafan . Antara sadar dan tidak, Uje terpana dan bertanya pada diri sendiri, Apakah itu jasadku? Uje juga disiksa habis-habisan. Begitulah. Tiap tidur, selalu bermimpi kejadian yang menyeramkan. Dalam tidur, yang Uje dapatkan hanya penderitaan. Makanya Uje jadi takut tidur dan takut mimpi2 itu datang lagi. Padahal waktu itu Uje sempat menantang maut dan meminta mati datang karena ia tak sanggup bertahan saat ada masalah dengan seorang perempuan. Sepele, namun masalah itu aku berat-beratkan sendiri. Rasa takut mati itulah yang membuat Uje sadar bahwa ada yang tidak meninggalkan dirinya dalam keadaan seperti itu , yakni Allah Swt.

Uje teringat kembali pada-Nya dan menyesali semua perbuatannya dahulu. Kesadaran2 iitu muncul . Ia menemui Ummi, bersimpuh dan meminta maaf. Ummi luar biasa. Beliau tetap memaafkan dan menyayangi. Ummi pun mengajak Uje umrah. Dalam kondisi masih labil dan rapuh, Uje dan Ummi pergi ke tanah suci. Ia betul2 berniat untuk sembuah dan kembali ke jalan-Nya. Di sana, Uje mengalami beberapa peristiwa yang mengingatkannya akan dosa-dosa. Ia sholat Jumat di Madinah, ke Raudhoh, menuju makam Nabi Muhammad Saw, bersholawat . Begitu keluar dari pintu mesjid, rasanya ada yang menarik Uje. Ia berjalan sekuat tenaga, tapi tak bisa. Akhirnya ia bersandar pada tembok . Air mata yang tak pernah keluar, malah begitu deras. Kembali Uje menyesali perbuatan2nya.

Di Mekkah, di hadapan ka’bah, Ia merapatkan badan pada dindingnya, bersandar, menengadah dan memohon ampun. Katanya; seandainya sepulang dari dari Tanah Suci melakukan dosa lagi, aku minta pada Allah Swt untuk mencabut saja nyawaku. Namun seandainya punya manfaat untuk orang lain, aku minta disembuhkan. Uje yang dulu angkuh, menjadi tak berdaya. Setelah pulang ibadah, ia membaik. Ia mencoba bertahan dalam kondisi bertaubat, meski ternyata sulit luar biasa!

Bidadari Cantik jadi Pembangkit Hidup
Sepulang umrah, Uje mencoba hidup lurus. Suatu malam, Uje dkk berecana nonton jazz di Ancol. Uje memperingatkan teman2nya untuk tidak bawa narkoba karena telah sepakat. Ternyata salah-satu teman Uje membawa cimeng. Apesnya, mereka dirazia polisi di depan Hailai. Yang lain kabur, sementara Uje, teman yang bawa cimeng dan seorang teman lagi tinggal. Uje sulit kabur karena mobil yang diapaki adalah mobil Uje sendiri. Mereka pun ditahan. Namun akhirnya Uje dilepas karena tak terbukti membawa. Uje mencoba menelepon Ummi dan menjelaskan masalahnya. Ummi tak mau menerima telpon itu. malah si penerima telepon bilang kalau anak Ummi takada yang bernama Jeffri. Hatinya tercabik. Pedih rasanya tidak diakui anak oleh Ummi. Namun hati Ummi pasti lebih sakit. Itulah puncak kemarahan Ummi.

Beruntung, Allah masih berkenan menolong Uje. Datang seorang gadis cantik dalam hidupnya . Ia mau menerima Uje apa adanya. Padahal sebelumnya, banyak gadis yang meninggalkan Uje sehingga ia merasa sebatang-kara dalam hal cinta. gadis itu bernama Pipik Dian Irawati. Dia adalah gadis sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang.

Cuek Saat Pacaran
Berikut ini penuturan Mba Pipik:
Aku pertama kali melihatnya sedang makan nasi goring di di Menteng, sekitar tahun 1996-1997. Waktu itu aku bersama Mas Gugun Gondrong. Uje sendiri rambutnya gondrong. Setahuku, Jeffri adalah pemain sinetron Kerinduan, karena aku memang mengikuti ceritanya. Aku ingin berkenalan dengannya, namun Gugun melarangku.

Tak tahunya waktu buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo, kami bertemu lagi. Rambutnya sudah dipotong pendek. Aku nekad berkenalan. Kamipun dekat dan saling menelepon. Aku nggak tahu kapan kami resmi pacaran, karena kami belum pernah jadian. Dia juga tak pernah menyatakan cinta. Waktu itu, dia cuek setengah mati. Awalnya semangatnya boleh juga. Pertama, kami pergi bareng, dia datang ke rumah di kebon jeruk, di tengah hujan deras di rumahnya di Mangga Dua. Jeffri naik taksi dengan memakai jins dan sepatu bot. Ia yang hanya membawa uang 50rb, mengajakku menonton di Mall Taman Anggrek. Dalam bioskop, kami seperti menonton sendiri-sendiri.

Semakin dekat dengannya, aku semakin tahu ternyata dia itu pemakai kelas berat. Teman-temanku bertanya, kenapa aku mau pacaran dengannya. Aku sendiri tak tahu persis alasanny. Rasa sayang yang sudah terlanjur muncul dalam hati yang membuatku bertahan. Hatiku terenyuh dan tak mau meninggalkanny sendiri. Tentu saja keluarga tak tahu, karena sengaja aku sembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang setelah membaca kisah hidupnya di media. Sementara itu, aku sibuk tur keluar kota sebagai model. kami jadi jarang bertemu. Pas ketemu lagi, ternyata dia telah memiliki pacar lagi. Tapi karena masih sayang, aku sering membawakannya hadiah dan perhatian. Setelah Jeffri putus dari pacarnya, kami kembali menyatu.

Jualan Kue
Pipik sangat berarti bagi Uje. Dia mengerti, peduli dan perhatian. Padahal Uje sempat menikah dengan orang lain. Ternyata Allah Swt sayang pada Uje. Allah Swt menunjukkan bahwa wanita yang nyaris ia nikahi itu bukan untuknya. Pipik bagai bidadari yang datang dengan cinta yang besar. Ia memberi keyakinan, menikah dengannya akan membawa perubahan besar dalam hidup Uje. Ujepun mendatangi Ummi dan minta izin untuk menikah. Luar biasa. Ummi tetap menerima Uje dengan segala kasih sayangnya. Sambil menangis, Ummi mengizinkan Jeffri untuk menikah.

Pada waktu itu, Uje terbilang nekad. Ia tak punya apa-apa, badan kurus kering, mata belok, tak bekerja dan paranoid pun tak kunjung sembuh. Untuk menghindari maksiat, Uje dan Pipik menikah dibawah tangan pada tahun 1999. Mereka tinggal di rumah Ummi. 4-5 bulan setelah itu, mereka menikah secara resmi di Semarang. Namun, menikah rupanya tak menghentikan kebandelan Uje. Pipik pun merasakan getahnya. Uje pernah memakai narkoba di depan Pipik dan menggunakan uangnya untuk membeli barang haram tersebut.

Kesulitan lain, Ujendan Pipik sama2 menganggur. Kami berdagang kue. malam hari, mereka menggoreng kacang dan paginya bikin kue isi kacang dan susu. Lalu mereka titipkan di took kue. Mungkin rezeki mereka bukan di situ sehingga kue yang laris hanya beberapa buah saja. Dalam sehari, mereka hanya membawa pulang 200-300 rupiah. Mereka pun berhenti dan selenjutnya menjalani hidup dengan perjuangan dan kesabaran.

Makan Sepiring Berdua
Penuturan Mbak Pipik:
Perasaan sayang yang sangat kuat membuatku mantap menikah dengannya. Aku tak peduli lagi meski dia pecandu , pernah mengalami over dosis dan hampir gila karena paranoid-nya. Aku banyak mengalami hal2 luar biasa dengannya. Kalau tidak sabar, mungkin aku sudah tidak bersamanya lagi. Awal menikah, kai tinggal di rumah Ummi. Meski hidup seadanya, beliaulah yang membiayai hidup kami. Aku dan Jeffri tak jarang makan sepiring berdua, karena memang tak ada yang bisa dimakan.

Berat rasanya jadi istri dari suami yang menganggur, apalagi setelah menikah aku pun tak lagi bekerja. Tapi aku yakin, Allah Swt tak akn memberi cobaan pada ummat-Nya melebihi kemampuannya. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang akan Allah berikan padaku . Beruntung, Ummi sangat sayang padaku. Kami sama-sama saling belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu-sama lain. Pelan-pelan hidupnya mulai berubah menjadi lebih baik, terutama setelah aku hamil. Mungkin dia sendiri sudah capek dengan kehidupannya yang seperti itu.

Hidup Di Jalan Allah Swt
Pelan-pelan Uje kembali dekat dengan agama. Perubahan besar terjadi dalam hidup Uje pada tahun 2000. Kala itu, Fathul Hayat, kakak keduanya yang meninggal karena kanker otak, meminta Uje menggantikannya khotbah Jumat di Mangga Dua. Pada saat bersamaan, dia diminta menjadi imam besar di Singapura. Fathul memang seorang pendkawah. Selama dia di Singapura, semua jadwal ceramahnya diberikan pada Uje. Uje mendapat honor 35rb. Uang dalam amplop itu beliau serahkan pada Mbak Pipik, sambil aku bilang; Ini uang halal pertama yang kuberikan padamu. Mereka berpelukan sambil menangis.

Selanjutnya kakak meminta Uje untuk memulai menjadi ustadz. Inilah jalan hidup yang kemudian aku pilih. Betapa indah hidup di jalan Allah. Aku mulai berceramah dan diundang kea car seminar narkoba di berbagai tempat. Namun perjuanganku tak semudah membalik telapat tangan. Tak semua orang mau mendengarkan ceramahku karena aku mantan pemakai narkoba. Ketika aku mengimami jamaah yang biasanya 3-4 shaf pun, tiba-tiba tinggal beberapa orang saja. Uje merasa sangat sakit. Namun ia rasa, semua itu adalah pembalikan. Dahulu ia menyakiti orang-orang, maka Allah Swt memberi pelajaran betapa sakitnya apabila Uje yang disakiti mereka.

Uje mencoba sabar. Hingga akhirnya beliau banyak diundang ceramah di mana-mana, termasuk luar kota dan stasiun tv. Uje bersyukur bisa siterima berbagai kalangan. Ia pun ingin berdakwah untuk siapa saja. Kebahagiaan bertambah begitu pada tahun 2000, lahir anak pertama, Adiba Kanza Az-Zahra. Sampai sekarang buah hati beliau bersama Mbak Pipik telah berjumlah empat.

Wafat
Pada akhirnya, Jumat pagi 26 April 2013, Uje mangalami kecelakaan motor tunggal. Motor Kawasaki E650 yang dikendarainya menabrak pohon di kawasan Jakarta Selatan, sekitar pukul 01.00. Helm half-face yang melindungi kepala beliau, terlepas. Kepalanya membentur dan motor terpental jauh sekitar 3-4 meter. Melihat kondisi itu, warga melarikan sang ustadz ke Rumah Sakit Pondok Indah. Sayang, Allah Swt berkehendak lain. Beliau wafat.

lagu ustad jefri, ceramah ustad jefri al buchori, ustad jefri al buchori mp3, lagu ustad jefri al buchori, ustadz jefri al buchori mp3, ustadz jefri al buchori takbiran

Akhirnya, semoga Allah Swt memberi pengampunan dan rahmat untuk Ustadz Jeffri Al Buchori. Aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s