9 Tips Jitu Mengatur Waktu

“Waktu itu sesuatu yang paling sombong. Sekeras apapun usaha kita untuk memanggilnya kembali, ia tak akan pernah menoleh lagi.”

Pernah ngeluh gini gak, Sob;
Kenapa sih Tuhan cuma nyiptain 24 jam sehari? Aku ‘kanmesti beribadah, belajar, kerja, liburan, bersosial, istirahat, dst sekaligus?

Sadar atau enggak, keluhan itu hanyalah akibat dari sesuatu. Yep! Keluhan itu tercipta karena kita gak bisa aja buat ngatur waktunya!:D *peace!

Well, jom kita bahas Tips Jitu Mengatur Waktu berikut: ^_^

1. Pahami Dirimu
Sebelum “nuntut” orang buat memahami diri kita, alangkah baiknya kita tuntut diri untuk memahami diri sendiri. Luangkan waktu untuk sekadar merenung dan berdialog dengan hati; Aku ini siapa? Kemampuanku bagaimana?

Kita ini hanya manusia biasa. Gak bisa melakukan seabreg aktivitas sepanjang 24 jam non-stop (kayak ruang UGD aja -_-‘). Secara pekerjaan, misalnya, kita adalah seorang mahasiswa. Gak mungkin ‘kan kalau kita ingin bekerja jadi pengurus sebuah yayasan yatim piatu selama sehari penuh? Jadwal kuliah bagemane? Mending kalo bisa diwakilin. Hohoho

Sebanyak apapun aktivitas kita, lebih baik bijak. Meski kita menyenangi suatu hal, bukan berarti kita mesti menghabiskan waktu untuk hal tersebut. Meski kita merasa masih cukup kuat, bukan berarti kita mesti terus-terusan beraktivitas. Jika kita punya banyak organisasi, kalau bisa jangan memposisikan diri pada posisi-posisi penting di semua organisasi tersebut. Kita perlu kendali. Selalu mengatur peranan diri, namun tetap jaga komitmen. :)

2. Pahami Niat dan Tujuanmu
Sesekali, tanya hati; Apa sih tujuan kita bekerja? Apa sih tujuan kita belajar? Apakah sih tujuan kita jadi aktifis X, Y atau Z? Apa sih tujuan kita jadi ibu rumah tangga? Apa sih tujuan kita nge-blog? Apa sih tujuan kita ng-tweet? Bla… bla… bla…

Jika hanya mengisi kegiatan dan gak jelas positif atau negatifnya, pertimbangkanlah untuk mengurangi hal tersebut. Sebaliknya, jika jawabannya sangat bermanfaat, jagalah komitmen itu. Bagaimanapun, sayang sekali bukan jika waktu yang terkuras itu tak berbuah berkah? ^_^

3. Tentukan Prioritas
Waktu yang Allah Swt alokasikan untuk kita mesti kita bagi-bagi lagi. Ada kalanya kita melakukan hal yang memang sangat perlu untuk diprioritaskan, ada pula yang ternyata tak terlalu penting. Kalau ibadah semacam sholat sih, tak perlu adu argument lagi. Itu mah wajib alias prioritasnya pake “banget”. Nah, untuk mengukur kegiatan-kegiatan lain, apakah prioritas atau tidak, simak pertanyaan berikut:

a. Apakah hal ini penting atau wajib?
b. Apakah hal ini bisa dilakukan nanti?
c. Apakah akibat buruknya kalau hal ini ditinggalkan?
d. Apakah hal ini bisa diwakilkan pada orang lain?
e. Apakah hal ini memberi manfaat (dari segi apapun)?

Kalau ada tambahan, boleh aja… :)
Yang jelas, pertanyaan-pertanyaan itu kita bisa sedikit menunjukkan pada kita atas penting atau tidaknya kegiatan kita selama ini. Contoh kecil ketika kita mesti mengerjakan tugas, namun kita malah menguras waktu lama dengan aktivitas di dunia maya (jejaring sosial). Pas udah log out dan kena teguran, kerasa deh betapa ruginya tak memakai waktu sebaik mungkin.

Tapi… kenapa kita senang menghabiskan waktu pada hal-hal gak penting, yah? Hm, salah-satu alasannya karena kita suka dan senang melakukannya. Karena kita doyan fesbukan (padahal gak prioritas), gak masalah deh ngetem berjam-jam di depan layar. Sebaliknya, karena kita gak doyan belajar (padahal prioritas), ogah-ogahan deh ng-date sama buku. Heuheu. Luruskan niat dan sukai apa yang menjadi prioritas kita. Bismillaah.

4. Jangan Tunda Pekerjaan
Kata orang, menunda pekerjaan adalah salah-satu perlakuan buruk kita terhadap waktu. Uuu, kejam. Tapi memang benar. Pekerjaan-pekerjaan kecil dan dianggap remeh, jika ditunda-ditunda terus bakal berubah jadi raksasa yang menakutkan. Hohoho.

So, gak ada salahnya kita pergunakan waktu luang untuk menyicil pekerjaan-pekerjaan yang ada. Sembari istirahat atau rileks, kita masih bisa bekerja dengan porsi ringan. Gak ada salahnya juga meski deadline pekerjaan kita masih panjang, kita kerjakan sejak dini. Kata Ustadz Jeffri Alm; “Jangan kepedean kita bakal panjang umur.” Nah lho? Siapa tahu kita telah ‘pulang’ dan tak bisa menunaikan kewajiban. Hum…

5. Buat Daftar Kegiatan
Meski terkesan ribet, namun membuat list kegiatan sangat bermanfaat juga. Kita bisa merancang daftar kegiatan apa saja yang sangat prioritas di depan, janji apa yang belum terpenuhi, undangan-undangan dari siapa yang mesti kita hadiri, tugas-tugas mana yang belum terkumpulkan, dst; mana yang mesti dilaksanakan terlebih dahulu? kapan akan ditunaikan? Bagaimana caranya?

6. Minta Bantuan
Meski telah membaca tips ini, pasti ada saja yang masih bingung mengatur waktunya. Tak apa, masih ada orang-orang yang akan menyodorkan nasihatnya dengan suka-rela. Yep! Kita bisa berkonsultasi dengan orang-orang yang kita percaya untuk memberi rekomendasi pengaturan waktu.

Atau, pada suatu waktu kita dihadapkan pada beberapa pekerjaan yang mesti dikerjakan sekaligus? Kalau bisa diwakilkan, tak ada salahnya untuk menghubungi orang-orang tertentu yang bisa menggantikan posisi kita. Misalnya kita ini seorang bupati yang mesti memberi sambutan di sebuah SMA dan menghadiri peresmian gedung kesenian kabupaten. Setelah kita cek, kegiatan kedua lebih prioritas. Nah untuk kegiatan pertama bisa kita utus saja wakil bupati, sekretaris atau jubir bupati.

7. Motivasi
Motivasi dari orang-orang terkasih dan para motivator akan gak ada artinya tanpa sokongan motivasi dari diri sendiri. Percaya deh, suara hati untuk memotivasi diri sendiri itu memiliki energy ekstra. Terus yakinkan dalam diri bahwa waktu tak akan kembali, jadi manfaatkanlah kehadirannya sebaik dan seberkah mungkin. Contoh kecil dari keyakinan itu akan membentuk diri menjadi lebih disiplin dan menghargai waktu. Insya Allah.

8. Konsisten
Konsistensi atau istikomah menjadi salah-satu kunci keberhasilan seseorang. Dalam management waktu pun demikian. Rasanya tak sulit jika sesekali kita mendisiplinkan diri. Tetapi alangkah super duper sulitnya jika kedisiplinan itu mesti kita pertahankan selama-lamanya. Heu…

9. Berdo’a
Kok berdo’a?
Lha, kenapa?
Berdo’a hal yang amat penting. Jika kita telah memanfaatkan diri sendiri dan orang lain untuk membentuk pribadi yang menghargai waktu, sangat dianjurkan juga untuk kita melibatkan Allah Swt. Yep! Sesekali perlu kita sisipkan agar kita menjadi orang yang pandai menghargai, memanfaatkan waktu dan menjadikannya berkah.

Demikianlah 9 tips jitu mengatur waktu. Semoga bermanfaat, ya…. [*]

Referensi:
– Tulisan Khadeejah Islam dalam onislam.net
– US News
– Sumber Gambar: Google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s