Bunga-Bunga Bermakna (2)

Bunga-Bunga Bermakna (2)

Kembang Sepatu, Si Bunga Raya

Sebutan kembang sepatu untuk tanaman jenis ini sebenarnya berawal dari India, karena di sana bunganya digunakan untuk mengkilapkan sepatu. Barangkali karena itulah lalu orang menamakannya kembang atau bunga sepatu. Padahal di dataran Cina, tanaman ini diambil bunganya untuk menghitamkan rambut dan alis. Di Jawa tanaman ini dikenal dengan sebutan kembang wora-wari, di Madura bungo rabhang, dan di Bali pucuk waribang.

Sebenarnya yang disebut kembang sepatu itu banyak sekali jenisnya, kita sebut saja Hibiscus sp., semuanya termasuk famili Malvaceae (kapas-kapasan). Bila dibiarkan tanaman ini bisa tumbuh tinggi, tapi ada juga yang tumbuh menyemak. Bunganya pun berwarna warni, merah, kuning, ungu dan warna lainnya. Ada bunga yang menggantung dengan tangkai sari yang panjang bak hiasan lampion., ada pula yang tegak anggun pada tangkainya. Ada kembang sepatu yang bermahkota tunggal, ada pula yang ganda. Kesemuanya tampak cantik dan menarik sebagai tanaman hias.

Kekaguman orang pada kembang atau bunga sepatu menyebabkan munculnya bermacam-macam julukan baginya. Karena bentuk dan warna bunganya seperti mawar dan diduga berasal dari Cina, maka ia diberi julukan “Si Mawar dari Negeri Cina” atau “Rose of China” Ada pula yang memberi sebutan Bunga Raya. Bahkan ada pula yang menganggapnya kembang sepatu sebagai penolak bala. Di negara tetangga, Malaysia, bunga ini cukup terkenal dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat, dan hingga saat ini dijadikan sebagai salah satu lambang negara Malaysia.

Teratai, Simbol Kehidupan Abadi

ciri khusus bunga teratai, khasiat bunga teratai

Gambar Bunga Teratai

Salah satu tanaman air yang pantas dilirik karena keelokannya adalah teratai. Tidak hanya bunganya, tetapi seluruh penampilan tanaman teratai memang pantas diperhitungkan untuk mengisi kolam. Daunnya yang bundar pipih mengapung di atas air, dan bunga-bunganya yang indah muncul di antara daun-daun yang lebar itu. Teratai banyak sekali jenisnya, semuanya termasuk anggota famili Nymphaeaceae, dan semuanya memiliki bunga yang indah.

Selain elok dipandang sebagai penghias kolam, teratai ternyata banyak manfaatnya. Orang menanam teratai kadang dengan tujuan untuk memanfaatkan umbinya, yang banyak mengandung tepung dan dapat dimakan. Biji teratai yang sudah tua juga dapat dimakan, rasanya seperti kacang tanah. Ada juga yang memanfaatkan biji maupun bunganya sebagai ramuan obat.

Untuk kalangan tertentu, bunga teratai tidak sekedar sebagai tanaman hias, tetapi mempunyai makna lain. Bangsa Mesir sangat memuja keelokan bunga ini. Teratai jenis Neluba nucifera dikenal sebagai bunga keramat dari Sungai Nil, seperti yang tampak pada pahatan-pahatan hasil karya seni dari jaman Fir’aun dulu. Lain halnya di India, bunga teratai yang berwarna merah jambu dianggap keramat dan digunakan sebagai lambang dalam keagamaan dan kesenian. Teratai juga dijadikan lambang kesucian oleh masyarakat Tibet, Cina dan Jepang. Dalam masyarakat pemeluk Budha bunga teratai dianggap sebagai simbol kehidupan abadi.

Kamboja, Bunga Kuburan

kandungan bunga kamboja, nama latin bunga kamboja

Gambar Bunga Kamboja

Kamboja (Plumeria rubra) adalah tanaman tahunan dari famili Apocynaceae. Daunnya berwarna hijau dan kaku. Sekuntum bunga kamboja umumnya tersusun dari 5 helai mahkota bunga, dengan warna-warna polos seperti putih, kuning atau merah. Selain indah, bunganya menebarkan bau harum yang semerbak.

Kalau mendengar bunga kamboja, umumnya imajinasi orang langsung membayangkan tanah-tanah kuburan yang sunyi, khususnya bagi masyarakat Jawa. Memang tanaman ini biasa ditanam di tanah-tanah kuburan sehingga orang sering menyebutnya sebagai bunga kuburan. Padahal sekarang ini kamboja sudah dibudidayakan sebagai tanaman hias, yang ditanam di halaman atau dalam pot. Di Bali, kamboja biasa ditanam di tempat-tempat pemujaan (pura), dan bunganya biasa dipergunakan pada saat acara keagamaan, juga sebagai hiasan rambut yang diselipan di telinga orang Bali.

Di India dan Srilangka bunga kamboja cukup dikenal oleh masyarakatnya, dan banyak juga ditanam di tanah-tanah kuburan serta di sekitar kuil. Di negara-negara itu bunga kamboja sering dipakai sebagai hiasan rambut, seperti yang biasa dilakukan juga oleh masyarakat Bali, dan digunakan sebagai pengharum kamar.

Selain dinikmati keindahan bunganya, kamboja dapat juga digunakan untuk keperluan lain salah satunya adalah getahnya dipergunakan sebagai obat bisul tradisional.

Edelwies, Bunga Abadi

Mendengar nama Edelwies, seolah kita mendengar lagu indah yang bertutur tentang bunga itu. Orang-orang berusaha memburu bunga ini dan menyanjungnya. Ada dua jenis tanaman yang berbeda, namun sama-sama dinamakan Edelweis. Yang pertama dikenal sebagai Edelweis Jawa, nama latinnya Anaphalis Javanicum. Jelas ini tanaman dari Indonesia, yang tumbuh subur di pegunungan Dieng dan puncak Gunung Gede, Semeru dan juga di gunung-gunung lainnya. Yang kedua dikenal sebagai Edelweis Eropa, Leontopodium alpinium, yang banyak tumbuh di pegunungan Alpen. Keduanya sama-sama anggota famili Compositae dan sama-sama mendapat julukan everlasting flower atau si bunga abadi.

Edelweis Jawa (Anaphalis Javanicum) kalau dibiarkan batangnya bisa setinggi 3 meter atau lebih. Daunnya hijau muda keabu-abuan, duduk pada cabang-cabang tanaman. Bunganya berukuran kecil, muncul pada ujung-ujung cabang membentuk karangan bunga berwarna berwarna kuning gading, dengan tangkai bunganya yang berbulu halus. Sedangkan Edelweis Eropa, Leontopodium alpinium sangat berbeda sosoknya dengan Edelweis Jawa, tanamannya hanya setinggi 15 cm. Daunnya berbulu pendek seperti wol, duduk pada cabang atau batang dan susunannya agak jarang. Bunganya berukuran kecil, di kelilingi daun pelindung berwarna putih dan berbulu pendek seperti beludru. Sebenarnya bunganya berwarna kuning, tetapi karena di kelilingi daun pelindung yang berwarna putih, maka dari kejauhan bunga ini nampak putih, kontras dengan kelamnya batu-batu gunung tempat tumbuhnya.

Arti Bunga Edelweis

Gambar Edelweis Eropa
(Leontopodium alpinium)

Dua jenis Edelweis itu sama-sama istimewa, yaitu hanya bisa tumbuh di daerah pegunungan tinggi sehingga sulit untuk mendapatkannya, dan tahan lama disimpan kering. Bunga Edelwies tidak berubah warna dan tetap bagus penampilannya meskipun sudah kering. Bunga Edelweis tidak berubah warna dan tetap bagus penampilannya meskipun sudah kering. Setelah dipetik bunga tidak layu, tetapi langsung mengering dan tahan disimpan lama. sesuatu yang sulit dicari dan tahan lama biasanya merangsang orang untuk mendapatkannya. Itulah sebabnya bunga Edelweis menjadi incaran anak muda, dan menjadi suatu kebanggaan bila mendapatkannya.

Artikel Terkait: Yang Menarik Lainnya:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s