hati yang gaduh tetap bergemuruh

Mini Novel; Hantu Goreng (Bagian 3/5)

Mini Novel; Hantu Goreng (Bagian 3/5)  Kuserahkan uang masuk ke penjaga loket yang murah senyum. Kami sudah saling akrab, walau tak mengenal nama dan alamat satu sama lain. Semasa sekolah, Miladya memang kerap mengajakku kemari. Kami bisa mengasingkan diri dari kebisingan duniawi, sekaligus sharing hal-hal yang bikin pusing. Walau aku tak menampik, ke manapun bersembunyi,…

cakweh

Mini Novel; Hantu Goreng (Bagian 2/5)

Mini Novel; Hantu Goreng (Bagian 2/5)   “Limapuluhribu, Mih,” suara adikku, Koko, tepat ketika aku tiba di muka pintu, ”Wajib beli buku itu,” katanya lagi, membuat langkahku tertahan untuk masuk rumah. Kurogoh saku. Ada uang delapanratusribu. Sekarang memang tanggal lima dan Pak Haji, seperti biasa, menunaikan kewajiban membayar gaji para karyawannya. Hanya saja aku sudah…

kuis rosediana.com ft WB

Revisi Agenda “Menulis Diary Dapat Pulsa Rutin Per Bulan”

Revisi Agenda “Menulis Diary Dapat Pulsa Rutin Per Bulan”   Mohon maaf ya, karena beberapa alasan, agenda “Menulis Diary Dapat Pulsa Rutin Per Bulan” ditiadakan. Tapi tenang! sebagai gantinya, blog rosediana.com akan mengadakan beberapa kuis. Kuis perdana bertajuk #KUMIS alias Kamis Untuk Main kuIS di twitter. Blog rosediana.com bekerja sama dengan akun @Warung_Blogger. Waktu pelaksanaannya…

Mengajar Bahasa Inggris; Expressing & Narrative Monologue

Mengajar Bahasa Inggris; Expressing & Narrative Monologue

Mengajar Bahasa Inggris; Expressing & Narrative Monologue   Materi expressing, tepatnya ekspresi memuji dan berterima kasih ini diajarkan pada pertemuan kedua. Sesuai catatan sih tepatnya pada Kamis (16 Januari 2013). Masih ingat saja, dulu skill berbahasanya yaitu “mendengarkan”. Alhasil, daku mesti membacakan contoh cerita narrative.   Kalau membacakan cerita berbahasa Indonesia, mungkin hal-hal yang perlu…

broken home

Gimana Rasanya jadi Anak Broken Home?

Gimana Rasanya jadi Anak Broken Home?  Dikau bukan termasuk anak broken home? dari hati yang paling dalam, daku ucapkan ‘selamat!’ Atau, dikau itu jebolan broken home? well, mari salaman. Kita memiliki cerita hidup yang sama. :) Sebelum kejauhan, jom kita ulas apa itu broken home. Kalau secara bahasa, broken home berarti rumah yang hancur. Nah…

mengedit tulisan kita sendiri

Mengedit Tulisan Kita Sendiri

Mengedit Tulisan Kita Sendiri Tulisan Jia Effendi ini ibaratnya nasihat buat kita semua (yang hobi nulis, khususnya). Nah tanpa berlama-lama, jom deh kita bahas! ^^ Kamu jago bikin cerita orisinal, twist menarik, juga ending yang tak tertebak. Bukankah itu yang diinginkan pembaca? Ending yang tidak tertebak? Tapi, apakah cuma sekadar itu yang kamu butuhkan? Enggak. Kadang, sebagai penulis…

kesembuhan dan mentraktir listrik

Kesembuhan dan Mentraktir Listrik

Kesembuhan dan Mentraktir Listrik  “Mimih mah gak suka main laptop, nyetel radio atau nge-charge ponsel tuh!” celetuk Mimih suatu hari, sesaat setelah daku datang dari tempat pembayaran listrik, “Tapi Mimih terus yang bayar listriknya, hehehe,” imbuhnya. Deg! Walau berbau canda, tapi perkataannya beneran membekas. Baru kepikiran. Memang daku, adik dan kakak lah pihak yang paling…

Anak Penderita Retinoblastoma

Rabilla; Mataku Diambil “Mpop”

Rabilla; Mataku Diambil “Mpop” “Dede, emang boleh mata Dede diambil sama Mpop??” begitu tanya Bunda Rabilla pada buah hatinya. ‘Mpop’ sendiri merupakan panggilan untuk Profesor/dokter yang menangani bocah itu. Ketika menanyakan hal itu, sebenarnya hati sang Bunda sudah remuk. Ya, ibu mana yang mudah merelakan indera penglihatan anaknya diangkat? Gadis mungil berusia empat tahun itu…

pengajar dan pendidik, pengajar yang profesional, pengajar agama buddha, pengajar muda, pengajar ganesha operation, pengajar online, pengajar yang baik, pengajar bimbel

Pengajar Mesti Pandai Berpura-pura

Pengajar Mesti Pandai Berpura-pura Selasa. Hari ini sebetulnya daku tak memiliki jadwal mengajar di LKP “S”. Sengaja, aku merampingkan jadwal. Yang tadinya full seminggu, jadi dikurangi dua hari. Terlebih lagi kami kedatangan instruktur baru, partner-ku kini. “Tolong Bu Dian, Selasa mesti hadir. Anak-anak yang dulu dispen Paskibra belajarnya sama Ibu,” begitu pinta Pak Iwan kemarin…